Translate

Jumat, 11 Oktober 2013

Contoh Penggunaan Bahasa Indonesia Secara Baik Dan Benar Serta Fungsi Bahasa Sebagai Alat Komunikasi

Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan tata bahasa baku yang telah ditetapkan. Bahasa Indonesia yang benar diterapkan dalam bahasa tulis dan bahasa lisan yang sifanya resmi misalnya pada saat berpidato. Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama.

Misalnya kita berbelanja di pasar.
Contoh:
Harga ini berapa bang? (sambil menunjukkan barang yang ditanyakan)

Kalimat di atas merupakan Bahasa Indonesia yang baik, karena sesuai dengan situasi dan kondisi. Tetapi belum tentu benar. Tidak mungkin bahasa tersebut kita ganti dengan bahasa yang benar.

Contoh:
Berapa harga buku ini satu buah bang?
Harga satu buah buku ini adalah lima ribu rupiah.

Hal ini tidak efektif karena pasti akan membutuhkan waktu yang lama dalam hal tawar menawar tersebut.

Dari contoh diatas perbedaan antara bahasa yang baku dan non baku  dapat terlihat dari pengucapan dan dari tata cara penulisannya. Bahasa indonesia baik dan benar merupakan bahasa yang mudah dipahami,  bentuk bahasa baku yang sah agar secara luas masyarakat indonesia berkomunikasi menggunakan bahasa nasional. Jadi, bahasa Indonesia yang baik belum tentu benar. Bahasa Indonesia yang benar bisa dikatakan baik.

Fungsi Bahasa sebagai alat komunikasi

Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyai fungsi utama bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

Bahasa merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami. Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki tujuan tertentu yaitu agar kita dipahami oleh orang lain. Jadi dalam hal ini respons pendengar atau lawan komunikan yang menjadi perhatian utama kita.

Bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan alat untuk merumuskan maksud kita. Dengan komunikasi, kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan ketahui kepada orang lain, kita dapat mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita dan apa yang telah dicapai oleh orang-orang sejaman kita.
Contoh Fungsi Bahasa Sebagai Alat Komunikasi

Sejak kecil, kita sudah mempelajari bahasa secara sendiri, tanpa ada yan mengajari. Kita bisa belajar sedikit demi sedikit. Bahasa yang dituliskan ataupun yang dilafalkan pasti memiliki makna. Melalui bahasa kita dapat menuangkan ide atau gagasan yang kita pikirkan.Bahasa merupakan dasar segala kegiatan yang kita lakukan.
Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus menguasai bahasanya.
1. Pengertian Bahasa
Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi tadi mengandung banyak segi yang lemah. Ciri Bahasa Ciri-ciri dari bahasa adalah:
a.       Sistematik.
b.       Arbiter.
c.       Vokal.
d.       Bermakna.
e.       Komunikatif.
Fungsi bahasa dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu fungsi bahasa secara umum dan secara khusus 
A.Fungsi bahasa secara umum Sebagai alat untuk berkespresi
Contohnya : mampu menggungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan.
Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada dan pikiran kita, sekurang-kurangnya dapat memaklimkan keberadaan kita. Misalnya seperti seorang penulis buku, mereka akan menuangkan segala seseuatu yang mereka pikirkan ke dalam sebuah tulisan tanpa memikirkan si pembaca, mereka hanya berfokus pada keinginan mereka sendiri.
Sebenarnya ada 2 unsur yang mendorong kita untuk mengekspresikan diri, yaitu:
-Agar menarik perhatian orang lain terhadap kita;
-Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi. Sebagai alat komunikasi
Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita (Gorys Keraf, 1997 : 4). Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain.


Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan dan pemikiran yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli atau menanggapi hasil pemikiran kita. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita. Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan laku untuk dijual. Oleh karena itu, seringkali kita mendengar istilah “bahasa yang komunikatif”. Misalnya, kata makro hanya dipahami oleh orang-orang dan tingkat pendidikan tertentu, namun kata besar atau luas lebih mudah dimengerti oleh masyarakat umum..Dengan kata lain, kata besar atau luas,dianggap lebih komunikatif karena bersifat lebih umum. Sebaliknya, kata makro akan memberikan nuansa lain pada bahasa kita, misalnya, nuansa keilmuan, nuansa intelektualitas, atau nuansa tradisional. Contohnya : Kata griya, misalnya lebih sulit dipahami dibandingkan kata rumah atau wisma. Dengan kata lain, kata besar, luas, rumah, wisma, dianggap lebih komunikatif karena bersifat lebih umum.



Minggu, 03 Juni 2012

PENGGUNAAN DANA APBD BELUM BERKUALITAS

PENDAHULUAN

Sudah menjadi rutinitas bahwa setiap tahun pemerintah membuat anggaran daerah untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan daerah. Anggaran belanja itu sendiri disusun sebagai modal pembangunan. Anggaran dibuat dan disusun berdasarkan prioritas kebutuhan wajib dan kebutuhan sekunder. Anggaran disusun sebelum pengajuan ke pemerintah pusat dengan terlebih dahulu melakukan spesifikasi kebutuhan daerah. Perlu penelitian, perencanaan, dan diskusi yang matang agar anggaran daerah memang betul-betul disusun berdasarkan skala prioritas tujuan yang hendak dicapai masing-masing daerah.

LANDASAN TEORI

PENGERTIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH(APBD) MENURUT PARA AHLI

    Pengertian APBD menurut Bastian (2006:189), “Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah merupakan rencana kerja Pemerintah daerah dalam bentuk satuan uang untuk kurun waktu satu tahun tahunan dan berorientasi pada tujuan kesejahteraan publik”.
      Sementara yang dikemukakkan oleh Nordiawan, dkk (2007:39), “APBD merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang disetujui oleh DPRD dan ditetapkan dengan peraturan daerah”.
     Sementara itu, menurut Mardiasmo (2005:61), “Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah merupakan instrumen kebijakan yang utama bagi pemerintah daerah. Sebagai instrumen kebijakan, anggaran daerah menduduki posisi sentral dalam upaya pengembangan kapabilitas dan efektivitas. Anggaran daerah digunakan sebagai alat untuk menentukan besar pendapatan dan pengeluaran, membantu pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan.
Selain melaksanakan hak-haknya, daerah juga memiliki kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhinya kepada publik. Kewajiban-kewajiban tersebut adalah sebagai pelayanan kebutuhan dan kepentingan publik. Kewajiban-kewajiban tersebut dapat berupa pembangunan berbagai fasilitas publik dan peningkatan kualitas pelayanan terhadap publik. Belanja di sektor publik terkait dengan penganggaran, yaitu menunjukkan jumlah uang yang telah dikeluarkan selama satu tahun anggaran.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah terdiri dari tiga komponen utama :
      unsur penerimaan
      belanja rutin
      belanja modal
Ketiga komponen itu meskipun disusun hampir secara bersamaan, akan tetapi proses penyusunannya berada di lembaga yang berbeda. Proses penyusunan APBD secara keseluruhan berasa di tangan Sekretaris Daerah yang bertanggung jawab mengkoordinasikan seluruh kegiatan penyusunan APBD. Sedangkan proses penyusunan belanja rutin disusun oleh Bagian Keuangan Pemda, proses penyususnan penerimaan dilakukan oleh Dinas Pendapatan Daerah dan proses penyusunan belanja modal disusun oleh Bappeda (Bagian Penyusunan program dan bagian keuangan).  Dan menurut Permendagri No.59 tahun 2007 tentang Perubahan Atas Permendagri No.13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah diungkapkan pengertian belanja daerah, yaitu “belanja daerah adalah kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagaian pengurang nilai kekayaan bersih” Dari pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa belanja daerah adalah semua pengeluaran pemerintah daerah pada suato periode anggaran yang berupa arus kas aktiva keluar, atau timbulnya utang yang bukan disebabkan oleh pembagian kepada milik ekuitas dana (rakyat).

APBD SENDIRI MEMPUNYAI DUA POS PENGELUARAN

      Belanja modal, yang digunakan untuk membangun infrastruktur daerah seperti jalan, jembatan, irigasi, gedung sekolah, dan pembangunan fisik lainya. Termasuk didalamnya pembanguna sarana dan prasarana pemerintahan seperti kantor bupati, kantor wali kota, dan unit kerja yang lain.
      Belanja rutin, yang digunakan untuk membiayai kegiatan aparat daerah dalam melaksanakan tugasnya, misalnya untuk membiayai  antara lain pos kepegawaian (gaji, tunjangan, kesehatan), perlengkapan bulanan (listrik, air, telepon) dan kebutuhan lain yang berhubungan dengan tugas aparat daerah.
Anggaran belanja daerah sendiri setiap tahunya mengalami kenaikan, antara lain karena faktor makin berkembangnya ekonomi daerah , pemekaran wilayah dan banyaknya program pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat .
RATA-RATA ALOKASI DANA  APBD SETIAP DAERAH DI SELURUH INDONESIA TAHUN 2010

Uraian bidang & Unit Organisasi

Belanja tidak langsung

Belanja langsung

Jumlah

Administrasi Umum Pemerintahan

1.189.507.958.11

290.771.543.058

1.480.279.501.169

Perencanaan Pembangunan Daerah

9.131.270.875

14.576.083.185

23.707.354.060

Pemberdayaan Masyarakat & Pembangunan Desa

5.918.120.613

28.275.460.139

34.193.580.752

Sosial

14.283.784.642

14.032.568.250

28.316.352.892

Pendidikan
37.224.754.875
335.076.748.366
372.301.503.241




SUDAH EFEKTIFKAH ANGGARAN BELANJA DAERAH??

JALAN RUSAK PARAH                                   SEKOLAH RUBUH

 





Sering terjadi anggaran  yang sudah diterima kurang efektif penggunaanya karena kurangnya perencanaan dan sikap kurang bertanggung jawab aparat daerah, sehingga perlu kerja keras dari pemerintah daerah agar dana belanja daerah tidak sia-sia. Diperlukan kontrol yang ketat dari pemerintah pusat secara berkala.
     Gunakan sesuai untuk pos yang telah direncanakan berikut dengan jumlah dananya.
Dalam realisasinya kadang terdapat perbedaan mencolok antara kebutuhan,pengeluaran, dan jumlah pendapatan daerah. Tentu saja hal ini membuat program pemerintah daerah menjadi terhambat dan pada akhirnya publik yang dirugikan.
      Tidak menggunakan dana belanja daerah untuk kepentingan pribadi atau golongan.
      Pemerintah daerah harus dapat meminimalisasi dana belanja daerah dan meningkatkan pendapatan daerah setiap tahunya. Hal ini bertujuan agar pendapatan daerah yang meningkat dapat digunakan kembali untuk membangun daerah. Meminimalisasi disini bukan berarti mengurangi pembangunan dan pelayanan terhadap publik, namun digunakan seefektif mungkin dan memprioritaskan program yang mendesak.

Cerita yang terus berulang tentang jalan berlubang atau berlumpur serta rusaknya prasarana lain menjadi indikasi penyediaan infrastruktur bukan prioritas utama anggaran pemerintah daerah. Sebagian besar pengeluaran di daerah masih diutamakan untuk menutup biaya kegiatan rutin. Padahal anggaran untuk infrastruktur menjadi pendorong perekonomian daerah. Tak usah jauh-jauh melihat jalan buruk di Kalimantan atau di Papua. Jalan rusak juga gampang ditemukan di pinggiran ibu kota negara, misalnya diwilayah yang berbatasan dengan kota Depok dan Kota Tangerang selatan. Lubang-lubang dijalan bisa mencerminkan tidak ada perhatian dari pemerintah daerah terhadap kondisi perbatasanya. Pemerintah pusat dan daerah saling lempar tanggung jawab dalam membangun dan memelihara infrastruktur. Kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap prasarana terlihat dari tidak proporsionalnya anggaran untuk infrastruktur. Selama ini, peran anggaran pemerintah daerah terbagi dalam belanja modal dan belanja rutin yang bersifat konsumtif. Belanja modal digunakan untuk membangun infrastruktur daerah seperti jalan, jembatan, gedung sekolah, dan pembangunan lainya. Sayangnya, belanja rutin/pegawai yang justru diperbesar. Padahal pengeluaran anggaran untuk pegawai tidak memiliki daya dorong terhadap pertumbuhan perekonomian . Anggaran pengeluaran daerah seharusnya bisa lebih berkualitas. Belanja modal diperbesar dan pengeluaran untuk pegawai diusahakan lebih selektif dan efisien demi perkembangan daerah pada masa mendatang.

Minggu, 20 Mei 2012

Ampunan Mu

Di tengah ku merintih dalam kesunyian
Tak ku dapati sesosokpun tuk jadi sandaran
Kini ku teringat Dialah Allah yang menjadi penerang
Tuk menepis semua kegundahan

Kini ku tersadar yang ku butuhkan hanya sebuah pengampunan dari Tuhan
Dikala umur semakin berkurang
Hati dan jiwa yang berlumur dosa
Membuat naluri bergerak tuk mengingatNya

Bergetar jiwa ini saat ku ucap kalimat indahNya
istighfar di bibir yang penuh dosa
Dosa yang bagaikan setumpuk pasir di lautan
Yang membuatku merintih tuk berharap sebuah ampunan

Ya Allah ...
Kini yang aku butuhkan hanya petunjukMu
Tuk menjadi cahaya dalam hidupku
Mensucikan hati dan jiwa
Sebening embun dipagi buta..

Kerja Keras Melahirkan Keajaiban


Siapa pun tahu siapa Juventus. Namun memperkirakan tim ini akan jadi juara Liga Italia (Scudetto) musim 2011/2012 hampir mustahil di awal musim. Ketika itu kandidat juara adalah Inter Milan dan AC Milan. Ditambah dengan mulai naiknya lagi Napoli yang jadi kuda hitam. Nama besar "Si Nyonya Tua" Juventus hanya tergambar sebagai tim yang mungkin akan menghuni tiga-empat besar di akhir musim.
 
Juventus memang berantakan di musim-musim sebelumnya. Musim 2010/2011 Juventus hanya menduduki urutan ketujuh. Posisi itu tak beranjak dari musim sebelumnya (2009/2010) yang juga berada di posisi sama. Yang membedakan perolehan nilainya bertambah tiga poin, 55 di musim 2009/2010 dan 58 di musim berikutnya.
Musim 2011/2012, pelatih Juventus diganti dengan mendatangkan pelatih yang belum teruji di Seri A, Antonio Conte. Dia memang mantan pemain Juventus yang pernah merasakan juara Liga Italia sebagai pemain di klub ini. Namun sebagai pelatih? Tunggu dulu!
Sejumlah pengamat di Italia memberikan dua syarat kalau Juventus di bawah Conte mau juara musim ini. Pertama, tim lawan harus bermain ekstra defensif dan Juventus dengan keajaibannya menyerang penuh teknik dan determinasi. Yang kedua, Conte harus menyuntikkan semangat pada para pemainnya di mana mereka banyak yang sudah beranjak tua.
Bagi Conte, dengan komposisi tim yang ada, tak ada cara lain selain menyuntikkan mental juara. Sejumlah pemainnya sudah pernah merasakan juara baik selama di Juventus maupun klub lain, semisal Alessandro Del Piero yang di usianya yang menjelang 38 tahun tapi masih dipercaya jadi kapten. Pemain ini sudah 19 tahun bersama Juventus. Atau Andrea Pirlo yang malang melintang di klub besar AC Milan dan Inter Milan sebelum bergabung dengan Juventus di musim 2011/2012.

Menurut Conte, tak ada yang mustahil, selama kita masih yakin bisa memenangkan setiap pertandingan, juara pun bisa mereka raih. Maka meski sejumlah pihak meragukan dirinya bisa membangkitkan keajaiban di Juventus dan para pemainnya sudah dianggap tidak produktif, dengan suntikan mental "tak pernah menyerah" itu pelan-pelan tim ini bisa bangkit.
Dengan pendekatan seperti itu, Conte berhasil membangun mental pemain Juventus. Dari tiap latihan ke latihan Juventus makin baik. Dari permainan ke permaian Juventus bisa mengatasi lawannya dengan baik. Bahkan tim ini bisa bangkit dari beberapa kali pertandingan yang hampir membuatnya kalah. "Saya belum pernah melihat Juventus bermain seperti ini sebelumnya. Cara mereka berlatih luar biasa," ujar rekan Conte mengenai program latihan yang dijalankan Conte.
Menjelang akhir musim peluang Juventus jadi juara masih abu-abu. Namun catatan tak pernah kalah membuat tim ini mulai diperhitungkan. Dan akhirnya terbukti semalam, di laga yang ke-37 musim ini dan laga yang ke-37 di Seri A bagi kepelatihan Conte bersama Juventus, tim ini berhasil mengalahkan Cagliari 2-0. Tak pernah kalah, 22 menang, 15 kali seri. Juventus meraih nilai 81 dan angka ini tak mungkin terkejar oleh klub lain karena pertandingan hanya menyisakan satu pertandingan. Juventus pun jadi scudetto untuk ke-28 kalinya. 
Banyak yang menyebut, keberhasilan Juventus menjadi juara adalah suatu keajaiban. Dan orang-orang percaya, dengan tak satu pun pemainnya masuk ke daftar 10 besar pencetak gol terbanyak Seri A, keberhasilan Juventus benar-benar berkat tangan dingin Antonio Conte. Itulah hasil kerja kerasnya yang ia tularkan pada timnya hingga Juventus "tak pernah menyerah". Jadi, selama keyakinan masih ada, keajaiban bisa didatangkan dengan kerja keras.